Puisi Supali Kasim



Kota Kecil yang Tumbuh

 

tumbuhlah kota kecil itu pada irama senada

semrawut kabel, berjejal trotoar, kendara tergesa

 

semua menujumu

melepas sengkarut di kafe atau room karaoke

kepul kopi atau hangat lagu

dalam dekap ladies court

 

semua kembali

temukan naluri purba pada pekat malam

mengemasi puing-puing usia

unjuk jiwa

sekian lama terdera kepapaan

hingga tumbuh bersama

kota kecil irama senada

 

semua busur melepas anak panahnya

hanya untuk hura-hura

hingga di batas kota

terserak knalpot suarakan resah

kota kecil yang tumbuh mengerdil

 

 

2026

 

 

 

 

Ke Kediaman

 

sepanjang jalan menuju ke kediaman

deret reklame tawarkan diri

warna-warni

harga dan rupa

puncak-puncak keasyikan

 

tak ada duka sepanjang jalan ini

musik berdentam ditingkah sinar

tawa dan riang

tarif dan uang

puncak-puncak memabukkan

 

apa tersesat sepanjang jalan ini

terseret langkah orang-orang

berderap, menyergap

menikung, tertelikung

puncak-puncak letih ke kediaman-Mu

 

 

2026

 

 

 

 

Dari Jendela Matahari Tergelincir

                                                                                                  

matahari selalu tergelincir

dari jendela ini menuju arah barat

jasadnya mengambang dalam lingkaran doa

bintang-bintang. Dan langit sampaikan duka cita

paling dalam diam-diam

tanpa salam, bulan pias malu-malu tersenyum

serupa perawan belum pernah kawin

meskipun musim turunkan dingin. Makin terlena

menantikan saat-saat ia ke puncak berahi

tergenang antara tidur dan mimpi hingga pagi 

 

 

o, matahari hanya mati suri, siuman kembali 

kesiangan, mandi junub dan gosok gigi

buru-buru hias-rias. Dan langit sampaikan

selamat pagi paling duluan

kepada embun, fajar malu-malu undur diri

betapa orang-orang kemudian berahi

mengisap energi untuk tebarkan benih

karena mereka tahu dari jendela

pada saatnya nanti. Aku akan bersaksi

matahari akan tergelincir kembali

 

 

2026

 


 _______________

Supali Kasim, tinggal di Indramayu Jawa Barat. Beberapa puisinya pernah di muat di media massa cetak, daring, maupun antologi bersama. Buku puisi tunggalnya, Bergegas ke Titik Nol (2008), Pergi ke Masa Silam Pulang ke Masa Depan (2023). Bisa disapa lewat Fb. Supali Kasim, Hp. 081122216668, email supalikasim123@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama